Harbolnas: E-Commerce Serba Meriah, Kurir Menderita

Harbolnas: E-Commerce Serba Meriah, Kurir Menderita

Sudah satu minggu lebih, Harbolnas meramaikan dunia maya Indonesia pada tanggal 12 Desember. Atau bisa dibilang sudah tiga minggu lebih jika masa promosi Harbolnas dihitung: iklan bertubi-tubi di televisi, lewat nawala/newsletter yang masuk ke kotak masuk surel hingga banner yang terpasang di banyak situs Web yang kita kunjungi. Yap. Sangat meriah, bising dan gemerlap (kecuali Anda selalu menyalakan plugin adblock)

Di balik kemeriahan Harbolnas, ada satu pihak yang berperan sangat vital dalam setiap pembelian: perusahaan jasa pengiriman. Mayoritas situs e-commerce mungkin sudah siap menghadapi besarnya angka pemesanan selama masa Harbolnas. Namun keliatannya, tidak semua jasa pengiriman mampu menghadapi tingginya frekuensi pengiriman barang pasca Harbolnas. Beberapa perusahaan pun kelimpungan.

Saat Harbolnas kemarin, saya bertransaksi di situs E-Commerce J*** sehari sebelum Harbolnas – yaitu tanggal 11 Desember. Empat hari kemudian, saya mendapati bahwa barang telah sampai di gudang di Bandung dari Jakarta pada sore hari. Tetapi hingga saya menuliskan tulisan ini, pesanan saya masih belum diterima sama sekali.

Saya coba posting situasi ini ke linimasa Facebook dan nampaknya, tidak hanya saya yang mengalami. Beberapa teman saya mengalami hal yang serupa pada situs E-Commerce dan jasa pengiriman yang berbeda. 

Di saat situs-situs e-commerce menuai tingginya angka penjualan ketika Harbolnas, jasa pengiriman masih berjibaku mengirimkan seluruh pesanan Harbolnas dan paket pengiriman lainnya di luar masa Harbolnas.

Apakah pesanan Anda di masa Harbolnas telah tiba atau masih tertahan pengirimannya? Silakan bagi ceritamu di kolom komentar di bawah ini.

Hands-on: 13-inch Macbook Pro tanpa Touch Bar

Hands-on: 13-inch Macbook Pro tanpa Touch Bar

Disclaimer: Tulisan ini pertama kali saya terbitkan di MakeMac.com

Baru saja tadi malam WIB (28 Oktober 2016 -red), Apple meluncurkan jajaran Macbook Pro terbaru yang menghadirkan Touch Bar – sebagai pengganti function key dan TouchID yang juga berfungsi sebagai tombol power. Tersedia dalam dua macam ukuran layar, yaitu 13-inci dan 15-inci dan dua warna, yaitu space grey dan silver.

Kebetulan saat ini, saya masih berada di Jepang dan pagi ini langsung bergegas ke Apple Ginza untuk mencoba langsung Macbook Pro terbaru. Satu-satunya model Macbook Pro yang dapat dicoba langsung adalah 13″ Macbook Pro tanpa Touch Bar. Mungkin Macbook Pro dengan Touch Bar menjadi bintang dalam Apple Event semalam, tetapi model ini baru akan hadir dalam 2-3 minggu ke depan.

Lanjutkan membaca “Hands-on: 13-inch Macbook Pro tanpa Touch Bar”

RIP Vine

RIP Vine

Pernyataan tim Vine di Medium:

Since 2013, millions of people have turned to Vine to laugh at loops and see creativity unfold. Today, we are sharing the news that in the coming months we’ll be discontinuing the mobile app.

Sayang sekali, satu lagi aplikasi keren nan menghibur pun dimatikan. Mengapa tidak diintegrasikan saja ke Twitter? Mengapa bukan Periscope saja?

Mungkin Jack Dorsey lagi kena PMS pasca gagal mendapatkan pembeli Twitter.

RIP Vine.

 

Besok. Kita ‘kan #MenembusLangit.

Ekspedisi Menembus Langit akan menjadi suatu pencapaian baru dalam kajian ilmu aeronautika dan teknologi kedirgantaraan di Indonesia. Ekspedisi Menembus Langit diharapkan mampu memacu percepatan teknologi keantariksaan, membantu kajian ilmu aeronautika, dan menginspirasi Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, pesawat tanpa awak atau unmanned aerial vehicle (UAV) Ai-X1 diterbangkan dengan balon cuaca ke stratosfer dan akan kembali ke titik awal secara otomatis. UAV Ai-X1 dilengkapi dengan sensor meteorologi untuk mengumpulkan data atmosfer.

Data meteorologi beserta laporan penelitian penerbangan akan diolah dan akan didistribusikan ke Universitas-Universitas terkait aeronautika di Indonesia.

Tak terasa, ekspedisi #MenembusLangit  bakal segera dieksekusi besok 28 Oktober 2016  – bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Peluncuran UAV Ai-X1 pun akan dilakukan di daerah Pameungpeuk – Garut.

Sudah siap jadi saksi pencapaian baru kedirgantaraan dan ilmu aeronautika Indonesia?

Ketika Microsoft Merilis iMac

Ketika Microsoft Merilis iMac

Microsoft coba menggebrak pasar desktop PC yang sedang lesu dengan menghadirkan Surface Studio. Dua hal yang saya suka dari Surface Studio adalah posisi monitor yang bisa diatur layaknya seperti meja studio gambar dan adanya Surface Dial untuk antarmuka tambahan.

Video produknya pun sangat Apple. Dan saya suka.

Namun, ada dua pula hal yang saya tidak suka: mahal – bahkan lebih mahal dari iMac dan belum tentu resmi masuk ke pasar Indonesia.

Update: Setelah membaca artikel ini, kini saya sependapat untuk tidak merelasikan Surface Studio dengan iMac

While the iMac makes a great desktop for casual consumer, the Surface Studio is targeted more for pros who want to create.

The Studio isn’t a computer. It’s an entirely new computing category, a sort of desktop-tablet hybrid that already has people excited.

Satu lagi.

Satu lagi.

Yap. Halo.

Saya membuat satu blog baru lagi. Namun kali ini agak berbeda. Saya memutuskan untuk menggunakan layanan WordPress.com ditambah dengan layanan domain mapping. Keuntungan dari setup blog seperti ini adalah saya tidak perlu capai mengelola hosting yang saya sewa, membuka CPanel dan sebagainya.

Nampaknya blog ini akan menggantikan blog saya di fauzanalfi.com yang agak bermasalah di bagian dapur teknisnya.

Dan… satu blog lagi yaitu blog.fauzan.id akan tetap hadir dengan konten agak berbeda dengan yang dihadirkan di sini.

Jadi, ya begitulah. Mohon doa supaya saya rajin menulis kembali.

27 Oktober 2016
Minuma-ku, Tokyo

Fauzan

Update: Selamat Hari Blogger Nasional! Jadi, kapan kalian ngeblog lagi?