Mudahnya Satu Paket Internet, Dapat Dua Koneksi

Cung di sini yang gak pernah Internetan? Pasti semuanya pernah kan. Kalo nggak, gimana caranya baca tulisan ini? Hhe. Sejak tahun 2000an, hidup saya memang tidak bisa terlepas dari yang namanya Internet. Apalagi sejak demam ponsel pintar atau smartphone melanda, paket internetan sudah jadi pengeluaran wajib pribadi. Kadang juga, saya juga demen cari koneksi Wi-Fi haratisan demi kemaslahatan dompet. Banyak sih yang gratisan tapi lambatnya minta ampun. Ada yang cepet tapi mesti beli vouchernya dulu. Hmm…

Nah, Indosat baru saja memperkenalkan layanan barunya di Bandung yang bernama SuperWi-Fi berupa layanan internet unlimited melalui jaringan Wi-Fi. Kecepatannya pun sampai 20 Mbps. Kenceng pisan katanya. Lalu, untuk menggunakan SuperWi-Fi ini gak perlu login-login segala karena dengan teknologi EAP-SIM, kita bisa langsung terhubung dengan cukup pakai SIM Card Indosat.

Karena penasaran, saya coba mendaftar layanan SuperWiFi ini untuk digunakan di tablet. Untuk dapat menggunakan layanan ini, cukup tekan *123*60# dari ponsel kita atau bisa juga registrasi via SMS. Dan kalo berlangganan paket Internet 3G atau Blackberry mulai harga Rp49.000 ke atas, kita dapat layanan SuperWiFi gratis tanpa batas. Nah, kalo gitu sekalian aja saya langganan paket internetnya supaya dapet SuperWiFi gratis tanpa batas.

 photo testing_superwifi.jpg

Saya coba mampir ke sebuah mall di Bandung yang dilengkapi dengan hotspot untuk SuperWiFi. Setelah dicoba, ternyata ada dua jenis hotspot yaitu SuperWiFi-SIM dan SuperWiFi-WEB. Supaya bisa akses langsung tanpa login yang aneh-aneh, saya pilih hotspot SuperWiFi-SIM. Tak lupa, tablet saya disetting dulu sebelumnya supaya bisa terhubung langsung jaringan SuperWiFi-SIM. Alhasil, wuuzzz… langsung aja saya internetan pake SuperWiFi.

Sejauh saya mencoba SuperWiFi, koneksinya cukup stabil dan kecepatannya di atas rata-rata koneksi WiFi di tempat umum. Cocok banget sih buat yang seneng nonton video di YouTube atau yang ingin seabreg aplikasi di ponsel pintarnya. Sejauh ini, SuperWiFi dari Indosat saya rekomendasikan banget. Sudah berlangganan paket internetan 3G, dapet layanan SuperWiFi gratis pula. Ini baru namanya satu paket, dapat dua koneksi sekaligus!

Sponsored Video: Ciptakan Musik Kreatif Dengan Intel-powered Tablet & Flume

Siapa sih sekarang yang tak kenal tablet atau komputer sabak? Gawai atau gadget ini sudah tidak asing lagi bagi kita, utamanya kamu yang senang menikmati konten menarik di Internet atau membaca buku digital di mana pun kamu berada. Bahkan, pasti ada di antara kalian yang menggunakan tablet sebagai pengganti komputer jinjing untuk mendukung pekerjaan sehari-hari.

Tapi, tahukah kalo tablet bisa melakukan hal-hal keren dan kreatif yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya?

Saya menemukan sebuah video keren yang diunggah oleh Intel di YouTube. Kamu akan melihat betapa hebatnya sebuah tablet yang ditenagai prosessor Intel bisa melakukan hal seperti berikut:

http://video.unrulymedia.com/wildfire_144855603.js

Yep! Ini merupakan kolaborasi keren Intel dengan Flume. Ternyata, potensi sebuah komputer tablet apalagi yang ditenagai oleh Intel sangatlah luar biasa besar dan bisa menghasilkan musik sekeren itu. Jadi, tablet tidak hanya bisa dipakai sebagai e-book reader, bermain gim atau pengolah kata tetapi bisa melakukan hal-hal luar biasa sekeren Intel-powered tablet.

Dibalik layar kolaborasi ini sangat menarik juga untuk ditonton. Siapa tahu kamu bisa membuat hal yang serupa dengan Intel-powered tablet. 😀

Disclamer: Tulisan ini disponsori oleh Intel.

Leap Motion, Kendalikan Komputer Dengan Gerak Tangan

Unboxing Leap Motion

Tiada yang bisa memungkiri jika perkembangan teknologi dalam beberapa tahun ini berkembang super cepat. Beberapa tahun ini, berbagai teknologi baru yang melibatkan interaksi gerak tubuh penggunanya pun hadir di pasaran.

Gadget yang melibatkan interaksi gerak tubuh dan sudah tersedia di pasaran antara lain Nintendo Wii, Sony Playstation Move dan Microsoft Kinect. Di antara ketiganya, saya sangat terkesan dengan Kinect karena ia mendeteksi gerak seluruh tubuh dan memasukkan interaksinya ke dalam permainan.

Tetapi kali ini, saya ingin membahas sesuai yang berbeda yaitu Leap Motion. Perangkat ini hanya berupa sensor kecil berukuran seperti korek api gas panjang namun sedikit lebar. Sensor ini hanya mendeteksi pergerakan kedua tangan kita termasuk kesepuluh jari. Oleh karena itu, sensor harus diletakkan di antara layar dan keyboard serta menghadap ke atas.

AirSpace Home
AirSpace Home

Untuk menggunakan Leap Motion, Anda harus mengunduh dan memasang dahulu Airspace dan driver yang tersedia di Windows dan Mac OS X. Setelah terpasang, secara otomatis Airspace akan mengunduh berbagai aplikasi dari Airspace Store.

Namun secara default, ada satu aplikasi yang sudah terpasang yaitu Leap Motion Orientation. Aplikasi akan ‘meng-ospek’ kita bagaimana cara berinteraksi dengan Leap Motion. Sesi orientasi dibagi tiga: interaksi ruang, interaksi gerak kedua tangan dan interaksi kesepuluh jari dengan metode menggambar di udara. Interaksi yang ketiga sangat menarik perhatian saya.

Aplikasi-aplikasi gratis sudah terpasang. Saya mencoba semua aplikasi dan mendapatkan pengalaman yang sama: sangat keren tapi melelahkan sekali! Terkadang sensor tidak bisa membaca pergerakan kita dan persepsi otak kita berbeda dengan apa yang dihasilkan. Sehingga, muncullah rasa kesal, pegal dan frustasi.

Kesimpulannya? Leap Motion punya masa depan yang baik jika sensornya lebih akurat dan bisa memberikan ekspektasi yang sama seperti apa yang diinginkan pengguna. Hal ini bisa diperbaiki dengan pemutakhiran software di masa yang akan datang.

Ubuntu for Phone. Desktop-like and gesture-centric phone OS.

ubuntuphone

Kemarin, Canonical memperkenalkan sistem operasi Ubuntu untuk telepon genggam. Sekilas seperti sistem operasi mobile yang sudah ada tetapi ada satu hal yang berbeda. Ubuntu memaksakan kehadiran elemen Ubuntu Unity untuk desktop ke dalam bentuk mobile. Tak ada yang salah karena tujuan utama pengembang adalah menghadirkan tampilan dan pengalaman yang serupa antara Ubuntu Desktop, Ubuntu untuk TV dan Ubuntu untuk telepon. Untuk navigasi antara menu utama, aplikasi dan Unity bar, gesture sangat diandalkan di sini.

Ubuntu Phone ini terlalu terpusat pada gesture yang sedikit menggelikan bahkan untuk yang tidak terbiasa. Di satu sisi, gesture memberi kemudahan tersendiri untuk berpindah dari satu tampilan ke tampilan lain atau dari satu aplikasi ke aplikasi yang lain namun gesture yang diberikan terlalu serial. Kita tidak bisa loncat berpindah dari aplikasi yang sedang digunakan ke aplikasi ke-sekian yang sudah digunakan sebelumnya. Well, it’s all about multitasking. Apple mengatasi hal ini dengan adanya multitasking bar di iOS dan begitupun Google pada Android OS.

Masih banyak hal yang harus diperbaiki, diubah dan ditingkatkan dari sistem operasi Ubuntu untuk telepon. Semoga proyek ini bukan menjadi wacana layaknya Ubuntu TV yang sampai sekarang belum ada satu produk pun yang mengimplementasikannya.

Ada Apa Dengan Dunia IT di Tahun 2013?

Ketika artikel ini ditulis, beberapa jam lagi akan memasuki tahun 2013. Sebelumnya di tahun 2012, banyak gebrakan terjadi di dunia ICT. Peluncuran Galaxy SIII dan Galaxy Note II oleh Samsung disusul oleh peluncuran iPad mini dan iPhone 5 oleh Apple menjadi bahasan hangat dan yang diingat selama 2012. Selain itu, Apple merilis OS X terbaru yaitu Mountain Lion dan Microsoft juga merilis Windows 8 serta Windows Phone 8 di penghujung tahun. Mozilla juga tak mau kalah dengan memperkenalkan Boot To Gecko di awal tahun 2012 hingga kemudian berubah nama menjadi Firefox OS. Itu hanya sebagian kecil dari terobosan yang dilakukan para pemain besar di dunia ICT.

Lalu, bagaimana dengan 2013? Berikut beberapa hal yang patut kita nantikan di tahun 2013:

1. Munculnya Firefox OS ke pasar

Mozilla menargetkan akan memasarkan perangkat Firefox OS pada awal tahun 2013 di Brazil bekerjasama dengan Telefonica. Sistem operasi open-source ini berbeda dengan sistem operasi mobile lainnya karena keseluruhannha berbasis web yaitu HTML5, CSS dan Javascript ditambah berbagai WebAPI yang memungkinkan untuk berinteraksi dengan fitur-fitur hardware yang ada seperti sensor, NFC, Bluetooth dan sebagainya. Telefonica pun menargetkan untuk merilis perangkat bergerak dengan Firefox OS dijual dengan harga di bawah $100. Semoga hal ini juga terjadi di Indonesia.

Untuk mempersiapkan ekosistem aplikasi, Mozilla menyelenggarakan Firefox OS App Days di berbagai kota di dunia termasuk di Jakarta. Khusus di Jakarta, acara ini akan diadakan pada tanggal 21 Januari 2013 di Hotel Borobudur, Jakarta.

2. Hadirnya Blackberry 10

Setelah ditunda terus, akhirnya RIM akan merilis Blackberry 10 beserta perangkatnya pada tanggal 30 Januari 2012. Dikabarnya, RIM juga akan merilis dua perangkat BB10 sekaligus pada tanggal tersebut yaitu L-Series untuk full-touchscreen device dan N-Series untuk touch-keyboard device. Gambar dugaan dari kedua perangkat tersebut sudah menyebar luas di Internet.

3. Samsung akan merilis Galaxy SIV

Agar tidak tertinggal dari Apple, Samsung akan bergerak cepat dengan merilis Galaxy SIV di tahun 2013. Suksesor dari Galaxy SIII ini dikabarkan akan disematkan sebuah stylus yang sama dengan Galaxy Note II. Apakah Galaxy SIV akan menjadi kombinasi antara Galaxy S dengan Galaxy Note? Kita lihat saja nanti.

4. Apple sedang mengembangkan ‘iTV’

Apple digadag-gadagkan akan memperkenalkan ‘iTV’ di akhir tahun 2013. Meskipun kabar ini sudah lama tersiar, namun belum ada satu pun gambar leaked dari produk ini. Menurut kabar yang beredar, kendala utama dari ‘iTV’ adalah perjanjian dengan pemilik konten televisi jaringan yang tidak menemukan titik temu.

5. Apple akan merilis iPad 5th Generation dan iPhone 5S

Setelah di tahun 2012, Apple merilis iPhone 5 dan iPad 4th Gen yang super nanggung kemunculannya. Kelak pada Maret 2013, Apple akan merilis iPad 5th Generation dengan tampilan body yang serupa dengan iPad mini. Kemudian, di pertengahan atau akhir 2013, Apple akan merilis iPhone 5S yaitu iPhone 5 dengan beberapa perubahan minor seperti prosessor layaknya skema yang dilakukan pada iPhone 4S.

Sekian beberapa hal yang patut Anda tunggu di tahun 2013 dari dunia gadget atau ICT. Semoga bermanfaat.


Fauzan Alfi
Ditulis dari iPhone 5

XL – ITB Jalin Kerjasama di Bidang Cloud Computing

Pada tanggal 22 November 2012 kemarin, XL Axiata dan ITB menjalin kerjasama terkait riset layanan berbasis Cloud Computing. Kedua pihak sepakat mengikat kerjasama selama tiga tahun ke depan, dengan mencakup penelitian dan pengembangan terhadap beberapa bentuk aplikasi, sehingga nantinya aplikasi tersebut dapat dipasarkan dan dinikmati oleh segala lapisan masyarakat. Joedi Wisoeda sebagai Vice President Strategic Business & Innovation XL Axiata bersama Wakil Rektor ITB – Prof. Dr. Wawan Gunawan A. Kadir, MS menandatangani perjanjian kerjasama ini di Galeri Campus Center Timur ITB.

Dari siaran pers yang saya terima, Joedi Wisoeda mengatakan, “Hasil riset atau tugas akhir yang dilakukan di kampus jarang terpublikasi dan dikembangkan menjadi suatu produk yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Untuk itu, melalui kerjasama ini, kami berharap dapat memfasilitasi kreatifitas para mahasiswa ITB dalam menghasilkan karya-karya inovatif yang berguna bagi masyarakat luas dan kalangan industri.”

Pengembangan hasil riset ini akan dituangkan dalam bentuk aplikasi ataupun produk layanan lainnya yang siap untuk digunakan oleh masyarakat umum. Program pengembangan riset ini tidak hanya menciptakan suatu solusi baru, tapi juga melakukan analisa terhadap kebutuhan pasar. Selain ITB, XL telah menggandeng Universitas Indonesia dan Swiss German University untuk pengembangan riset komputasi awan dengan fokus bidang yang berbeda.

Dalam pandangan saya, kerjasama bidang riset yang dilakukan industri seperti XL sangat dibutuhkan dengan perguruan tinggi. Sehingga, perguruan tinggi dapat mengembang riset sesuai dengan tren yang berkembang di masyarakat dan yang diinginkan oleh industri untuk dikembangkan. Saya pribadi berharap tren ini terus berkembang dengan komunitas IT lainnya, baik itu komunitas blogger maupun komunitas developer.

Quick Review: HTC Windows Phone 8X dan 8S

Setelah merilis Windows 8 di Indonesia, Microsoft pun bersiap-siap untuk merilis sistem operasi mobile terbaru, Windows Phone 8. Pada hari Selasa kemarin, saya diundang oleh Microsoft Indonesia untuk menghadiri blogger gathering pre-launch di kantor mereka di bilangan SCBD Jakarta. Di sana, saya dan beberapa blogger, diperkenalkan dengan platform Windows 8 yang baru saja dirilis di Indonesia dan Windows Phone 8 beserta SDK-nya. Namun yang menarik di pertemuan kali ini, untuk pertama kalinya HTC memperkenalkan Windows Phone 8X dan 8S di Indonesia.

Head of Product Marketing HTC Indonesia, Samudro Seto, menjadi pemandu kami dalam perkenalan Windows Phone 8X dan 8S by HTC. Samudro menyebutkan bahwa 8X dan 8S merupakan satu-satunya varian produk Windows Phone yang menyematkan brand Windows Phone pada produknya.

Di dalam presentasinya pula, Samudro menjelaskan berbagai keunggulan dua ponsel pintar ini. Dari segi desain, HTC 8X dan 8S diilhami dari Tiles yang menjadi tampilan utama Windows Phone. Ketika saya mencoba menggunakannya, kedua ponsel ini sangat nyaman untuk digenggam terutama 8X karena menggunakan bahan polycarbonate. Sayangnya, 8S hanya menggunakan plastik berkualitas tinggi saja.

Perbedaan yang mencolok antara HTC 8X dan 8S adalah kamera depan, ukuran layar, microSD dan berat-ringannya dari ponsel itu sendiri. Kamera depan sebesar 2 megapixel hanya dibenamkan di HTC 8X. Yang paling keren dari kamera depan ini adalah dia mampu mengambil gambar hingga menjangkau 88 derajat dari hadapan kamera. Sehingga, kamu akan mendapati gambar lebih lebar dengan kamera depan. Kamera belakang yang dibenamkan di HTC 8X sebesar 8 megapixel dan 5 megapixel pada HTC 8S. Kedua kamera memiliki fitur autofocus dan f2.8 aperture sehingga sangat baik dalam mengambil gambar suasana kurang cahaya.

Layar yang dibenamkan pada 8X lebih lebar daripada yang dimiliki 8S. Windows Phone 8X memiliki layar 4.3 inci dan 8S sebesar 4 inci. Kapasitas ruang penyimpanan yang dimiliki 8X hanya 16 GB tetapi tidak dapat diperluas dengan microSD tambahan. Sementara itu, 8S hanya memiliki ruang penyimpanan sebesar 4 GB saja namun dapat diperluas dengan microSD. HTC 8X memiliki berat 130 gram dan diandalkan sebagai ponsel pintar yang paling ringan di dunia bahkan lebih ringan dari iPhone 5. Satu hal lagi dan layaknya pada seri HTC One, HTC 8X dan 8S pun dibenamkan fitur Beats Audio untuk menambah pengalaman mendengarkan musik

Saat sesi informal, saya sempat berbincang-bincang dengan Pak Samudro dari HTC bersama Wiku dari Trenologi. Pak Samudro menyebutkan bahwa kedua produk ini akan dirilis ke pasar Indonesia pada minggu ke-4 bulan November ini dan akan menggandeng Telkomsel serta XL sebagai partner penyediaan paket bundling.

Kesimpulan

Sejauh ini, Windows Phone 8X dan 8S by HTC merupakan smartphone dengan Windows Phone terbaik yang pernah ada dan pernah saya coba. Yang saya paling suka dari HTC 8X dan 8S adalah bentuknya yang sangat nyaman ketika digenggam dan kameranya yang luar biasa. Saya pun berharap bisa mencoba ponsel ini lebih lama dan mengupasnya lebih banyak lagi, semoga suatu saat saya diberi kesempatan itu. Walaupun begitu, saya sangat merekomendasikan kedua ponsel ini terutama Windows Phone 8X untuk Anda miliki.

Kedua ponsel ini menggunakan Windows Phone 8 dengan tampilan Windows 8 Style UI (nama baru dari Metro UI) yang sangat menyegarkan. Ditambah lagi, fitur Kid’s Corner yang memberi ruang bagi anak anda menggunakan ponsel tanpa mengganggu data kita dan Room yang memungkinkan kita mengirimkan pesan singkat gratis dan berbagi gambar hanya dengan kelompok orang yang kita kehendaki. Dua hal yang paling krusial dan hilang di Windows Phone 7.x seperti akses ke USSD code dan mengambil screenshot pun akhirnya muncul di Windows Phone 8.

Secara user experience, Windows Phone 8 lebih unggul dari Android. Walaupun sudah ada 150.000 aplikasi di Windows Phone 8 Store, ekosistem aplikasi harus terus dikembangkan. Hei, para developer, sudahkah kamu mengembangkan aplikasimu di platform Windows Phone 8?

Quick Review: Samsung Galaxy Note II

[office src=”https://skydrive.live.com/embed?cid=50DA25F8DAA0DEBC&resid=50DA25F8DAA0DEBC%21397&authkey=AOFzwPh9gOW1FiM” width=”320″ height=”240″]

Ini merupakan pertimbangan gadget paling galau di hidup saya. Memilih antara Galaxy Note II dengan iPhone 5. Namun pada akhirnya, saya memutuskan untuk memilih Galaxy Note II dan kemudian menanti iPod touch 5th generation karena desainnya lebih lucu dan berwarna. Hhe.

Sudah beberapa hari, saya menggunakan Galaxy Note II ini sebagai primary smartphone saya. Ada beberapa keunggulan dan kekurangan dari generasi penerus Galaxy Note ini. Tanpa basa-basi, ini dia ulasan cepat saya untuk Galaxy Note II,

Hardware

Sama seperti perangkat Samsung lainnya, badan Galaxy Note II terbuat dari plastik dan terkesan murahan. Memang sangat disayangkan sekali. Layarnya yang berukuran 5.5 inci memang sangat kebesaran dibandingkan smartphone lainnya. Terkadang sulit untuk digunakan dengan satu tangan dan terkadang terlalu ribet untuk digunakan dengan dua tangan. Walaupun begitu, Galaxy Note II terasa nyaman untuk digenggam dengan tangan saya.

Banyak sekali fitur yang sama dengan Galaxy SIII dibenamkan pada Galaxy Note II. Tetapi, kebanyakan dari fitur itu sulit untuk digunakan bahkan setelah saya membaca tutorial yang diberikan. Ya, sangat membingungkan. Satu-satu fitur yang saya suka adalah menyapukan layar dari kanan ke kiri untuk mengambil screenshot layar. Unik, fungsional namun masih terasa kurang sreg untuk dilakukan.

NFC? Belum banyak perangkat yang beredar menggunakannya secara reguler sehingga saya belum dapat mencobanya.

Software

Galaxy Note II menggunakan Android 4.1.1 Jelly Bean dengan balutan TouchWiz UI. Mudah digunakan dan belum ada crash yang berarti hingga saat ini. Kecuali… ada satu layanan bernama CloudAgent yang membuat saya frustasi. Karena layanan itu, saya tidak bisa mengakses galeri foto saya. Satu-satunya cara adalah mematikan layanan itu via Application Manager.

Itulah yang saya suka dari Android. Mengeksekusi aplikasi jeroan dengan mudah layaknya tukang jagal. Terbuka Android atau bisa saya bilang… mudahnya Android untuk ditelanjangi memudahkan pengguna untuk mengkustom segala pengaturan yang ada hingga memasang custom ROM. Tetapi, buruknya dari keterbukaan ini adalah waktu kita hanya habis untuk mengkustom perangkat Android kita daripada menyelesaikan berbagai pekerjaan kita yang jauh lebih penting.

Ketika dipakai sehari-hari

Saya sangat suka S-Note dan S-Pen di Galaxy Note II. Saya sangat senang menggunakannya untuk menemukan berbagai ide desain rancangan tugas studio saya, hanya dengan langsung mencorat-coret di atas gambar preseden yang temukan di web. That’s it!

Lari? Ada aplikasi Nike+ Running yang bisa didapatkan dari Play Store. Namun dari percobaan yang saya lakukan, ‘sang pemandu lari’ terus bersuara ketika Galaxy Note II bergoyang mengikuti gerakan lari saya. Sangat. Mengganggu.

Kesimpulan cepat

Galaxy Note II adalah phablet terbaik dan (mungkin) terburuk yang pernah saya miliki. Memang. Karena ini adalah phablet pertama saya. Masih banyak hal yang harus diperbaiki Samsung, terutama dalam hal user experience. Bila kekacauan tidak pada Samsung, pasti kekacauan UX ada pada Android buatan Google sendiri. Ada kemungkinan saya akan melepas perangkat ini lebih cepat dari sebelumnya dan memutuskan untuk menukarnya dengan iPhone 5 bila sudah hadir resmi di Indonesia dan bila Samsung tidak segera memperbaiki masalah kecil namun sangat mengganggu itu.