Ketika Microsoft Merilis iMac

Microsoft coba menggebrak pasar desktop PC yang sedang lesu dengan menghadirkan Surface Studio. Dua hal yang saya suka dari Surface Studio adalah posisi monitor yang bisa diatur layaknya seperti meja studio gambar dan adanya Surface Dial untuk antarmuka tambahan.

Video produknya pun sangat Apple. Dan saya suka.

Namun, ada dua pula hal yang saya tidak suka: mahal – bahkan lebih mahal dari iMac dan belum tentu resmi masuk ke pasar Indonesia.

Update: Setelah membaca artikel ini, kini saya sependapat untuk tidak merelasikan Surface Studio dengan iMac

While the iMac makes a great desktop for casual consumer, the Surface Studio is targeted more for pros who want to create.

The Studio isn’t a computer. It’s an entirely new computing category, a sort of desktop-tablet hybrid that already has people excited.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s