Selamat tinggal, Gedung Kayu

Awalnya saya ingin mengembangkan diri di ‘Gedung Kayu’ ini dan mengabdi di dalamnya. Tetapi, saya sungguh malu karena mereka terlalu ‘tinggi’ bagi saya. Saya pun tak mengerti istilah yang digunakan. Saya pun tak mengerti mengapa Salam pun dibalas dengan Salam lagi, bukan menjawab Salam. Ya, mungkin saya terlalu awam.

Terima kasih, Kang Ibam dan Kang Andre.

Salam
Fauzan

0 thoughts on “Selamat tinggal, Gedung Kayu

  1. Pingback: Queen Frascella
  2. Pingback: consult holidays
  3. Pingback: Here
  4. Pingback: howtogrowtall.net
  5. Pingback: loan review
  6. Pingback: Click here
  7. Pingback: payday loan 1000
  8. Pingback: Fuente confiable
  9. Pingback: Más aqui
  10. Pingback: importante fuente
  11. Pingback: mas ayuda
  12. Pingback: consejos utiles
  13. Pingback: mas ayuda
  14. Pingback: mas informacion
  15. Pingback: articulo completo
  16. Pingback: cloud
  17. Pingback: outlook
  18. Pingback: Our site
  19. Pingback: satasen vippi
  20. Pingback: Skulpturen
  21. Pingback: Tape in

Leave a Reply